Sabtu, 17 Juli 2010
Manajemen Sekolah
Untuk mengimplementasikan manajemen berbasis sekolah secara efektif dan efisien, kepala sekolah perlu memiiki pengetahuan kepemimpinan, perencanaan dan pandangan yang luas tentang sekolah dan pendidikan. Dalam rangka mengimplementasikan MBS secara efektif dan efisien, guru harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas. Guru adalah teladan dan panutan langsung para peserta didik di kelas. Oleh karena itu, guru perlu siap dengan segala kewajiban, baik manajemen maupun persiapan materi pelajaran.
Sesuai dengan tuntutan diatas, BPPN dan Bank Dunia telah melakukan berbagai kajian, antar lain telah mengembangkan strategi pelaksanaan MBS, yang meliputi pengelompokn sekolah berdasarkan kemampuan manajemen, pentahapan pelaksanaan MBS, dan Perangkat pelaksanaan MBS.
Implementasi MBS akan berlangsung secara efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, dana yang cukup agar sekolah mampu menggaji ataf sesuai dengan fungsinya, sarana prasarana memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, serta dukungan masyarakat yang tinggi. Oleh karena itu, agar MBS dapat diimplementasikan secara optimal, baik diera krisis di masa mendatang, perlu adanya pengelompokan sekolah berdasarkan tingkat kemampuan manajemen.
Pertahapan implementasi MBS, sebagai suatu paradigma pendidikan baru selain perlu memperhatikan kondisi sekolah, implementasi MBS juga memerlukan pentahapan yang tepat. Dengan pertkataan lain, harus dilakukan secara bertahap. Penerimaan MBS secara menyeluruh sebagai realisasi desentralisasi pendidikan memerlukan perubahan-perubahan mendasar terhadap aspek-aspek yang menyangkut keuangan, ketenagaan, kurikulum, sarana dan prasarana, serta partisipasi masyarakat. Kompleksitas permasalahan pendidikan di Indonesia, yang juga diidentifikasi seara rinci oleh bank dunia, akan mempengaruhi kecepatan waktu pelaksanaan MBS. Dengan mempertimbangkan kopleksitas tersebut, MBS diyakini akan dapat dilaksanakan paling tidak melalui tiga tahap yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Perangkat implementasi MBS, sebagaimana dikemukakan diatas sekolah memerlukan pedoman-pedoman sebagai pendukung untuk menjamin terlaksanaanya pengelolaan MBS yang mengakomodasi kepentingan otonomi sekolah, kebijakan pemerintah, dan partisipasi rakyat. Implementasi MBS memerlukan pemerintah dan partisipasi rakyat. Implemenasi MBS memerlukan seperangkat peraturan dan pedoman-pedoman umum yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi, serta laporan pelaksanaan. Seperangkat implementasi ini diperkenalkan sejak awal melaui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan sejak pelaksanaan pelaksanaan pendek.
Rencana sekolah merupakan salah satu perangkat terpenting dalam pengelolaan MBS. Rencana sekolah merupakan perencanaan sekolah untuk jangka waktu tertentu yang disusun oleh sekolah sendiri bersama dewan sekolah.
Model MBS, untuk memantapkan pemahaman tentang iplementasi MBS berikut :
Konsep Pengembangan
Manajemen berbasis sekolah atau MBS merupakan refleksi pengelolaan desentralisasi pendidikan di Australia. Sesuai dengan namanya, MBS menempatkan sekolah sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan, visi, misi dan tujuan sasaran sekolah yang membawa implikasi terhadap perkembangan kurikulum sekolah dan program-program operatif lainnya.
Ruang Lingkup Kewenangan
Aspek kewenangan dalam MBS meliputi :
Menyusun serta mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa bersama-sama.
Melakukan pengelolaan sekolah, bentuk pengelolaan kelas, pelaksanaan MBS.
Menjamin dan mengusahakan sumber daya dalam MBS di praktekan apa yang disebut mencakup dukungan lingkungan sekolah.
Jenis pengorganisasian MBS, pengorganisasian pengelolaan sekolah menggambarkan kadar kewenangan yang diberikan kepala sekolah.
Standar Flexibility Option (SO)
Dalam bentuk ini peran dan dukungan kantor distrik lebih besar, dalam pengelolaan MBS tipe SO ini, pemerintah negara bagian memberikan petunjuk/pedoman dan dukungan.
Enhanced flexsibility option (EO1)
Enhanced Flesibility option (EO2)
Dengan memperhatikan alternatif penyelenggaraan MBS seperti dijelaskan diatas, implementasi praktek tersebut tergantung pada kondisi sebagai berikut.
Partisipasi dan komitmen dari orang tua dan penduduk masyarakat sekitar dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak.
Pelaksanaan MBS ini pun didukung oleh adanya school annual report yang menggambarkan pencapaian perencanaan tahunan sekolah. School annual report countil menggambarkan akuntabilitas kelembagaan sekolah.
Manajemen Kelas
Manajemen kelas merupakan prosedur tindakan untuk menertibkan kelas agar proses pembelajaran berjalan lancar. Sudah barang tentu kelas yang tertib adalah bersifat relatif. Dalam arti, kelas yang tertib untuk kelas satu akan berbeda dengan kelas dua atau kelas lainnya. Kelas yang tertib untuk suatu daerah belum tentu dianggap tertib di daerah lainnya. Ini semua tergantung pada perspektif kultural yang dibawa oleh masing-masing guru atau instruktur dan siswa di suatu daerah. Manajemen kelas menuntut adanya tindakan yang dilandasi oleh proses berpikir rasional dan berlandaskan pada data empirik yang terjadi di kelas.
Manajemen kelas merupakan salah satu untuk memperlancar proses belajar. Manajemen kelas dapat diamati dari aspek pembelajaran, kegiatan guru, dan komunikasi di dalam kelas yang efektif. Pembelajaran tidak akan efektif jika siswa tidak dikelola. Tugas pembelajaran dan ketertiban kelas hasil dari manajemen kelas adalah bersifat kait-mengkait. Ketertiban merupakan faktor penting di dalam pembelajaran, dan untuk menarik perhatian siswa pelajaran harus disusun dengan baik. Oleh karena itu, tugas manajemen kelas bagi guru adalah menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar di kelas secara efektif, dan bukan memberikan hukuman terhadap perilaku yang menyimpang.
Berbicara mengenai manajemen kelas, sebenarnya apakah definisi manajemen kelas itu sendiri? Menajemen kelas berasal dari dua kata yaitu “manajemen” dan “kelas”. Dalam etimologis , istilah “manajement” dalam bahasa latin berasal dari kata “manus” yang artinya tangan dan “manage” artinya memerintah/mengendalikan kuda. Sedangkan dalam bahasa indonesia istilah manajemen sering diterjemahkan dengan kepemimpinan, ketatalaksanaan, penguasaan, pengurusan. Lantas bagaimana dengan istilah kelas, apakah definisi kelas itu?
Kelas dalam arti sempit menunjukkan suatu ruangan atau tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, sedangkan pengertian lebih luas, kelas diartikan sebagai kegiatan pelajaran (lesson) yang diberikan oleh guru kepada murid dalam ruangan (class room) untuk suatu tingkat tertentu pada waktu/jam tertentu (Ametembun, 1974:2).
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas adalah kepemimpinan atau ketatalaksanaan guru dalam praktek penyelenggaraan kelasnya. Lebih rinci lagi manajemen kelas ialah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menguntungkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan.
Tujuan manajemen kelas harus ditetapkan secara jelas, realistis dan berdasarkan analisis data, informasi dan pemilihan dari alternatif-alternatif yang ada. Hal ini agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sedangkan prinsip-prinsip manajemen kelas dalam bukunya DR. Nanang Fattah yang berjudul “Landasan Manajemen Pendidikan”, dijelaskan bahwa pada dasarnya prinsip-prinsip manajemen itu dibagi menjadi dua hal yaitu:
1. Prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS)
MBS merupakan teknik manajemen yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi. Dengan MBS dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dan bawahan. Manajer tingkat atas bersama-sama dengan manajer tingkat bawah bersama-sama menentukan tujuan, unit kerja agar serasi dengan tujuan organisasi.
2. Prinsip Manajemen Berdasarkan Informasi
Diketahui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan merupakan kegiatan manajerial yang pada hakekatnya merupakan proses pengambilan keputusan, dan semua kegiatan tersebut membutuhkan suatu informasi. Informasi yang dibutuhkan oleh manajer disediakan oleh suatu sistem informasi manajemen, yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajer secara teratur.
Dengan demikian, maka jelaslah bahwa pengelolaan kelas yang interaktif dan kompleks memerlukan tanggung jawab yang besar. Guru dituntut mampu menerapkan berbagai peranan karena harus mampu menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar yang menarik bagi siswa. Untuk dapat mencapai hal tersebut, guru harus memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan manajemen kelas.
Selasa, 08 Juni 2010
Peranan Suku Bunga
KENAIKAN tingkat suku bunga di Indonesia selalu menjadi andalan untuk meredam gejolak fluktuasi dari kurs. Secara teori hal itu dapat dibenarkan, tetapi jika kenaikan mencapai batas psikologis akan memengaruhi sektor lain yang juga punya peranan penting dalam perekonomian suatu negara sebutlah sektor riil.
Lapangan pekerjaan pun akan semakin sempit karena minimnya perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dan kredit macet akan meningkat seiring dengan kenaikan tingkat suku bunga. Naiknya suku bunga seperti Surat berharga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta merta akan diikuti perbankan nasional dan akan berdampak pada kenaikan biaya dana (cost of fund) dan ini mendorong perbankan menaikkan suku bunga kredit, hal ini tentu menjadi kontradiktif dengan fungsi intermediasi. Risiko lain yang harus ditanggung pemerintah jika kenaikan suku bunga yang tajam semakin meningkatnya beban bunga dalam hal ini kupon Surat Utang Negara (SUN) di mana nilai yang harus dibayar pemerintah selaku pemilik kepada investor akan semakin besar. Artinya, pasar keuangan itu sebenarnya saling interconnected dan mempunyai dampak vang bisa dikatakan multiplier ef -feet.
Sensitivitas kenaikan tingkat suku bunga akan berpengaruh pula terhadap IHSG artinya volatilitas pergerakan tingkat suku bunga akan berdampak signifikan terhadap perekonomian dalam batas-batas tertentu. IHSG merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tingkat kepercayaan pasar terhadap perekonomian suatu negara, walaupun kita sadar IHSG masih merupakan penyumbang yang kecil terhadap tingkat PDU khususnya di Indonesia. Naiknya tingkat suku bunga akan menyebabkan beralihnya investor dari pasar modal ke produk perbankan atau sebaliknya.UMKM yang jelas-jelas merupakan para debitur bank menjadi objek yang sangat terimbas dengan adany;i kenaikan tingkat suku bunga, hal ini sangat dirasakan karena hal ini akan menaikkan probabilitas gagal bayar (default) dari UMKM dan tentu saja akan menghambat tingkat pertumbuhan kredit di Indonesia. Untuk itu perlu dipikirkan alternatif lain dari pembiayaan UMKM agar dapat menyumbang lebih signifikan pada pertumbuhan ekonomi 2010.
Dari uraian di atas, fungsi intermediasi perbankan masih mengalami hambatan dengan tingginya suku bunga, di samping faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan risikonya antara lain fluktuasi kurs. Hal yang mendesak perlu |cniikiran alternatif pembiayaan terutama bagi sektor riil agar jangan tergantung 100 persen pada perbankan saja, I wm .ik alternatif pembiayaan yang dapat diberdayakan antara lain pembuatan skema pembiayaan UMKM melalui pasar fixed income dan pasar modal yang tentu saja harus jelas penjaminan atau enderiyiny asset yang digunakan dan aturan yang dibuat agar bisa meminimalisasi risiko gagalan bayar (default). Hal ini tentunya diharapkan dapat memelihara stabilitas sistem keuangan agar pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 dapat tercapai. (Aldrin Herwany, Deputy Director of Research and External Affairs LMFE Unpad, Anggotu ISEI Komisariat Unpad. PhD. candidate from International Islamic University Malaysia
UMKM yang jelas-jelas merupakan para debitur bank menjadi objek yang sangat terimbas dengan adany;i kenaikan tingkat suku bunga, hal ini sangat dirasakan karena hal ini akan menaikkan probabilitas gagal bayar (default) dari UMKM dan tentu saja akan menghambat tingkat pertumbuhan kredit di Indonesia. Hal yang mendesak perlu |cniikiran alternatif pembiayaan terutama bagi sektor riil agar jangan tergantung 100 persen pada perbankan saja, I wm .ik alternatif pembiayaan yang dapat diberdayakan antara lain pembuatan skema pembiayaan UMKM melalui pasar fixed income dan pasar modal yang tentu saja harus jelas penjaminan atau enderiyiny asset yang digunakan dan aturan yang dibuat agar bisa meminimalisasi risiko gagalan bayar (default).
Selasa, 01 Juni 2010
Sangkuriang
Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya.
Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.
Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya.
Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya.
Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu dekat.
Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.
Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.
Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi. Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan. Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai. Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan Dayang Sumbi sebelum fajar.
Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi.
Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.
Cerita Rakyat “Sangkuriang” ini diceritakan kembali oleh Kak Ghulam Pramudiana
Minggu, 07 Juni 2009
Globalisasi
Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
- Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.
- Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara.
- Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
- Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.
- Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.
Thompson mencatat bahwa kaum globalis mengklaim saat ini telah terjadi sebuah intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perdagangan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional telah menjadi bagian dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia.
[sunting] Kebaikan globalisasi ekonomi
- Produksi global dapat ditingkatkan
Pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.
- Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.
- Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.
- Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.
- Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.
[sunting] Keburukan globalisasi ekonomi
- Menghambat pertumbuhan sektor industri
Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional semakin meningkat.
- Memperburuk neraca pembayaran
Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.
- Sektor keuangan semakin tidak stabil
Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
- memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin bertambah buruk.
cari duit lewat internet
Bagaimana cara memulai bisnis buat anda...
Teman banyak sekali bisnis yang ditawarkan dalam internet... baik yang sungguhan atau untuk sekedar menipu... untuk itu sangat diperlukan ketelitian anda dalam mengikutinya....Bagi anda yang menyukai passive income sejati dimasa yang akan datang?... anda bisa join di 2 tempat terpercaya :
Saran saya ikuti keduanya maka anda akan mendapatkan kebebasan finansial sejati dimasa yang akan datang.
Bagi anda yang ingin membangun bisnis sendiri tanpa perlu menjadi reseller dan mengikuti program affiliasi maka anda dapat mewujudkanya hanya jika anda telah tahu caranya... maka anda bisa mendapatkannya di....
Dan
Selamat mendapatkan uang dari internet.....
Social Effects of Mining
June 9nd, 2009
In the ancient time, people firstly found kinds of mining materials such as gold, silver, coal, iron, etc, like what exist right now only from the surface of the earth. Firstly found, the materials are not totally gotten function by people, they only used the materials for farming tools; shaped it to become specific form so it could be used to dig or cut something. The using of the materials, then, was increasingly developed to become household appliances and jewelries. Day by day until the world today has developed fast with kinds of modern technologies; people are increasingly realized that mining materials are hard to be found while the needs of the things are increased. The facts make the things become so popular and expensive.
Nowadays, people are getting competition each other to find a place that is rich of mining materials so it can be explored, sold and increased the social status. Now is not like before that mining materials can not be found in surface. People firstly need to do some research of the materials contents and then do some deep digging to the earth. Such harder way makes mining materials become rare and expensive thing. We can see in every place of where mining is found and explored; the people get a better life than before. Every people live there has right to mine the materials and sell it. The people can get function of the mining as the money source. Or when the mining is had by an institution, people surround the mining will get employed and can get a better life and public facilities.
As we know, all of things and people in this world need energy for the life such as electricity, gasoline for vehicles, oil for kinds of need and many more. It is such dependent and this life will be terrible without energy. That is why mining found in some places in this world is also a valuable finding for people of the world. For the example is the finding of location save oil or gasses; automatically it will be an asset of world to have a new energy source as what need by all of people surround the world. Finding oil or gas source means finding a new energy source that will fulfill the needs of the world.
It is what people search many times; finding mining location, exploring it, sold and become increasingly rich for the trading. This earth is rich of the mining materials; not like other planets. All of materials are natural made and no one can create the same. Exploring the mining materials is not a big deal because it is done to fulfill people needs. Yet what can it be if the exploring has been too much? That is what to be thought. The condition of earth is what also has to be thought so that we can live longer inside. Social economic is important, but it will be better if we careful of the environment and do the best for the earth condition. That is why mining has to be done in the best way for not damage earth.