Manajemen Sekolah
Untuk mengimplementasikan manajemen berbasis sekolah secara efektif dan efisien, kepala sekolah perlu memiiki pengetahuan kepemimpinan, perencanaan dan pandangan yang luas tentang sekolah dan pendidikan. Dalam rangka mengimplementasikan MBS secara efektif dan efisien, guru harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas. Guru adalah teladan dan panutan langsung para peserta didik di kelas. Oleh karena itu, guru perlu siap dengan segala kewajiban, baik manajemen maupun persiapan materi pelajaran.
Sesuai dengan tuntutan diatas, BPPN dan Bank Dunia telah melakukan berbagai kajian, antar lain telah mengembangkan strategi pelaksanaan MBS, yang meliputi pengelompokn sekolah berdasarkan kemampuan manajemen, pentahapan pelaksanaan MBS, dan Perangkat pelaksanaan MBS.
Implementasi MBS akan berlangsung secara efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, dana yang cukup agar sekolah mampu menggaji ataf sesuai dengan fungsinya, sarana prasarana memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, serta dukungan masyarakat yang tinggi. Oleh karena itu, agar MBS dapat diimplementasikan secara optimal, baik diera krisis di masa mendatang, perlu adanya pengelompokan sekolah berdasarkan tingkat kemampuan manajemen.
Pertahapan implementasi MBS, sebagai suatu paradigma pendidikan baru selain perlu memperhatikan kondisi sekolah, implementasi MBS juga memerlukan pentahapan yang tepat. Dengan pertkataan lain, harus dilakukan secara bertahap. Penerimaan MBS secara menyeluruh sebagai realisasi desentralisasi pendidikan memerlukan perubahan-perubahan mendasar terhadap aspek-aspek yang menyangkut keuangan, ketenagaan, kurikulum, sarana dan prasarana, serta partisipasi masyarakat. Kompleksitas permasalahan pendidikan di Indonesia, yang juga diidentifikasi seara rinci oleh bank dunia, akan mempengaruhi kecepatan waktu pelaksanaan MBS. Dengan mempertimbangkan kopleksitas tersebut, MBS diyakini akan dapat dilaksanakan paling tidak melalui tiga tahap yaitu jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Perangkat implementasi MBS, sebagaimana dikemukakan diatas sekolah memerlukan pedoman-pedoman sebagai pendukung untuk menjamin terlaksanaanya pengelolaan MBS yang mengakomodasi kepentingan otonomi sekolah, kebijakan pemerintah, dan partisipasi rakyat. Implementasi MBS memerlukan pemerintah dan partisipasi rakyat. Implemenasi MBS memerlukan seperangkat peraturan dan pedoman-pedoman umum yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi, serta laporan pelaksanaan. Seperangkat implementasi ini diperkenalkan sejak awal melaui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan sejak pelaksanaan pelaksanaan pendek.
Rencana sekolah merupakan salah satu perangkat terpenting dalam pengelolaan MBS. Rencana sekolah merupakan perencanaan sekolah untuk jangka waktu tertentu yang disusun oleh sekolah sendiri bersama dewan sekolah.
Model MBS, untuk memantapkan pemahaman tentang iplementasi MBS berikut :
Konsep Pengembangan
Manajemen berbasis sekolah atau MBS merupakan refleksi pengelolaan desentralisasi pendidikan di Australia. Sesuai dengan namanya, MBS menempatkan sekolah sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan, visi, misi dan tujuan sasaran sekolah yang membawa implikasi terhadap perkembangan kurikulum sekolah dan program-program operatif lainnya.
Ruang Lingkup Kewenangan
Aspek kewenangan dalam MBS meliputi :
Menyusun serta mengembangkan kurikulum dan proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa bersama-sama.
Melakukan pengelolaan sekolah, bentuk pengelolaan kelas, pelaksanaan MBS.
Menjamin dan mengusahakan sumber daya dalam MBS di praktekan apa yang disebut mencakup dukungan lingkungan sekolah.
Jenis pengorganisasian MBS, pengorganisasian pengelolaan sekolah menggambarkan kadar kewenangan yang diberikan kepala sekolah.
Standar Flexibility Option (SO)
Dalam bentuk ini peran dan dukungan kantor distrik lebih besar, dalam pengelolaan MBS tipe SO ini, pemerintah negara bagian memberikan petunjuk/pedoman dan dukungan.
Enhanced flexsibility option (EO1)
Enhanced Flesibility option (EO2)
Dengan memperhatikan alternatif penyelenggaraan MBS seperti dijelaskan diatas, implementasi praktek tersebut tergantung pada kondisi sebagai berikut.
Partisipasi dan komitmen dari orang tua dan penduduk masyarakat sekitar dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak.
Pelaksanaan MBS ini pun didukung oleh adanya school annual report yang menggambarkan pencapaian perencanaan tahunan sekolah. School annual report countil menggambarkan akuntabilitas kelembagaan sekolah.
Tampilkan postingan dengan label Karya Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 Juli 2010
Manajemen Kelas
manajemen kelas
Manajemen kelas merupakan prosedur tindakan untuk menertibkan kelas agar proses pembelajaran berjalan lancar. Sudah barang tentu kelas yang tertib adalah bersifat relatif. Dalam arti, kelas yang tertib untuk kelas satu akan berbeda dengan kelas dua atau kelas lainnya. Kelas yang tertib untuk suatu daerah belum tentu dianggap tertib di daerah lainnya. Ini semua tergantung pada perspektif kultural yang dibawa oleh masing-masing guru atau instruktur dan siswa di suatu daerah. Manajemen kelas menuntut adanya tindakan yang dilandasi oleh proses berpikir rasional dan berlandaskan pada data empirik yang terjadi di kelas.
Manajemen kelas merupakan salah satu untuk memperlancar proses belajar. Manajemen kelas dapat diamati dari aspek pembelajaran, kegiatan guru, dan komunikasi di dalam kelas yang efektif. Pembelajaran tidak akan efektif jika siswa tidak dikelola. Tugas pembelajaran dan ketertiban kelas hasil dari manajemen kelas adalah bersifat kait-mengkait. Ketertiban merupakan faktor penting di dalam pembelajaran, dan untuk menarik perhatian siswa pelajaran harus disusun dengan baik. Oleh karena itu, tugas manajemen kelas bagi guru adalah menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar di kelas secara efektif, dan bukan memberikan hukuman terhadap perilaku yang menyimpang.
Berbicara mengenai manajemen kelas, sebenarnya apakah definisi manajemen kelas itu sendiri? Menajemen kelas berasal dari dua kata yaitu “manajemen” dan “kelas”. Dalam etimologis , istilah “manajement” dalam bahasa latin berasal dari kata “manus” yang artinya tangan dan “manage” artinya memerintah/mengendalikan kuda. Sedangkan dalam bahasa indonesia istilah manajemen sering diterjemahkan dengan kepemimpinan, ketatalaksanaan, penguasaan, pengurusan. Lantas bagaimana dengan istilah kelas, apakah definisi kelas itu?
Kelas dalam arti sempit menunjukkan suatu ruangan atau tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, sedangkan pengertian lebih luas, kelas diartikan sebagai kegiatan pelajaran (lesson) yang diberikan oleh guru kepada murid dalam ruangan (class room) untuk suatu tingkat tertentu pada waktu/jam tertentu (Ametembun, 1974:2).
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas adalah kepemimpinan atau ketatalaksanaan guru dalam praktek penyelenggaraan kelasnya. Lebih rinci lagi manajemen kelas ialah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menguntungkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan.
Tujuan manajemen kelas harus ditetapkan secara jelas, realistis dan berdasarkan analisis data, informasi dan pemilihan dari alternatif-alternatif yang ada. Hal ini agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sedangkan prinsip-prinsip manajemen kelas dalam bukunya DR. Nanang Fattah yang berjudul “Landasan Manajemen Pendidikan”, dijelaskan bahwa pada dasarnya prinsip-prinsip manajemen itu dibagi menjadi dua hal yaitu:
1. Prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS)
MBS merupakan teknik manajemen yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi. Dengan MBS dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dan bawahan. Manajer tingkat atas bersama-sama dengan manajer tingkat bawah bersama-sama menentukan tujuan, unit kerja agar serasi dengan tujuan organisasi.
2. Prinsip Manajemen Berdasarkan Informasi
Diketahui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan merupakan kegiatan manajerial yang pada hakekatnya merupakan proses pengambilan keputusan, dan semua kegiatan tersebut membutuhkan suatu informasi. Informasi yang dibutuhkan oleh manajer disediakan oleh suatu sistem informasi manajemen, yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajer secara teratur.
Dengan demikian, maka jelaslah bahwa pengelolaan kelas yang interaktif dan kompleks memerlukan tanggung jawab yang besar. Guru dituntut mampu menerapkan berbagai peranan karena harus mampu menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar yang menarik bagi siswa. Untuk dapat mencapai hal tersebut, guru harus memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan manajemen kelas.
Manajemen kelas merupakan prosedur tindakan untuk menertibkan kelas agar proses pembelajaran berjalan lancar. Sudah barang tentu kelas yang tertib adalah bersifat relatif. Dalam arti, kelas yang tertib untuk kelas satu akan berbeda dengan kelas dua atau kelas lainnya. Kelas yang tertib untuk suatu daerah belum tentu dianggap tertib di daerah lainnya. Ini semua tergantung pada perspektif kultural yang dibawa oleh masing-masing guru atau instruktur dan siswa di suatu daerah. Manajemen kelas menuntut adanya tindakan yang dilandasi oleh proses berpikir rasional dan berlandaskan pada data empirik yang terjadi di kelas.
Manajemen kelas merupakan salah satu untuk memperlancar proses belajar. Manajemen kelas dapat diamati dari aspek pembelajaran, kegiatan guru, dan komunikasi di dalam kelas yang efektif. Pembelajaran tidak akan efektif jika siswa tidak dikelola. Tugas pembelajaran dan ketertiban kelas hasil dari manajemen kelas adalah bersifat kait-mengkait. Ketertiban merupakan faktor penting di dalam pembelajaran, dan untuk menarik perhatian siswa pelajaran harus disusun dengan baik. Oleh karena itu, tugas manajemen kelas bagi guru adalah menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar di kelas secara efektif, dan bukan memberikan hukuman terhadap perilaku yang menyimpang.
Berbicara mengenai manajemen kelas, sebenarnya apakah definisi manajemen kelas itu sendiri? Menajemen kelas berasal dari dua kata yaitu “manajemen” dan “kelas”. Dalam etimologis , istilah “manajement” dalam bahasa latin berasal dari kata “manus” yang artinya tangan dan “manage” artinya memerintah/mengendalikan kuda. Sedangkan dalam bahasa indonesia istilah manajemen sering diterjemahkan dengan kepemimpinan, ketatalaksanaan, penguasaan, pengurusan. Lantas bagaimana dengan istilah kelas, apakah definisi kelas itu?
Kelas dalam arti sempit menunjukkan suatu ruangan atau tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, sedangkan pengertian lebih luas, kelas diartikan sebagai kegiatan pelajaran (lesson) yang diberikan oleh guru kepada murid dalam ruangan (class room) untuk suatu tingkat tertentu pada waktu/jam tertentu (Ametembun, 1974:2).
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen kelas adalah kepemimpinan atau ketatalaksanaan guru dalam praktek penyelenggaraan kelasnya. Lebih rinci lagi manajemen kelas ialah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menguntungkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai kemampuan.
Tujuan manajemen kelas harus ditetapkan secara jelas, realistis dan berdasarkan analisis data, informasi dan pemilihan dari alternatif-alternatif yang ada. Hal ini agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sedangkan prinsip-prinsip manajemen kelas dalam bukunya DR. Nanang Fattah yang berjudul “Landasan Manajemen Pendidikan”, dijelaskan bahwa pada dasarnya prinsip-prinsip manajemen itu dibagi menjadi dua hal yaitu:
1. Prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS)
MBS merupakan teknik manajemen yang membantu memperjelas dan menjabarkan tahapan tujuan organisasi. Dengan MBS dilakukan proses penentuan tujuan bersama antara atasan dan bawahan. Manajer tingkat atas bersama-sama dengan manajer tingkat bawah bersama-sama menentukan tujuan, unit kerja agar serasi dengan tujuan organisasi.
2. Prinsip Manajemen Berdasarkan Informasi
Diketahui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan merupakan kegiatan manajerial yang pada hakekatnya merupakan proses pengambilan keputusan, dan semua kegiatan tersebut membutuhkan suatu informasi. Informasi yang dibutuhkan oleh manajer disediakan oleh suatu sistem informasi manajemen, yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajer secara teratur.
Dengan demikian, maka jelaslah bahwa pengelolaan kelas yang interaktif dan kompleks memerlukan tanggung jawab yang besar. Guru dituntut mampu menerapkan berbagai peranan karena harus mampu menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar yang menarik bagi siswa. Untuk dapat mencapai hal tersebut, guru harus memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan manajemen kelas.
Label:
Artikel,
Karya Ilmiah,
Manajemen Kurikulum
Selasa, 08 Juni 2010
Peranan Suku Bunga
Peranan Suku Bunga Bagi Perekonomian
KENAIKAN tingkat suku bunga di Indonesia selalu menjadi andalan untuk meredam gejolak fluktuasi dari kurs. Secara teori hal itu dapat dibenarkan, tetapi jika kenaikan mencapai batas psikologis akan memengaruhi sektor lain yang juga punya peranan penting dalam perekonomian suatu negara sebutlah sektor riil.
Lapangan pekerjaan pun akan semakin sempit karena minimnya perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dan kredit macet akan meningkat seiring dengan kenaikan tingkat suku bunga. Naiknya suku bunga seperti Surat berharga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta merta akan diikuti perbankan nasional dan akan berdampak pada kenaikan biaya dana (cost of fund) dan ini mendorong perbankan menaikkan suku bunga kredit, hal ini tentu menjadi kontradiktif dengan fungsi intermediasi. Risiko lain yang harus ditanggung pemerintah jika kenaikan suku bunga yang tajam semakin meningkatnya beban bunga dalam hal ini kupon Surat Utang Negara (SUN) di mana nilai yang harus dibayar pemerintah selaku pemilik kepada investor akan semakin besar. Artinya, pasar keuangan itu sebenarnya saling interconnected dan mempunyai dampak vang bisa dikatakan multiplier ef -feet.
Sensitivitas kenaikan tingkat suku bunga akan berpengaruh pula terhadap IHSG artinya volatilitas pergerakan tingkat suku bunga akan berdampak signifikan terhadap perekonomian dalam batas-batas tertentu. IHSG merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tingkat kepercayaan pasar terhadap perekonomian suatu negara, walaupun kita sadar IHSG masih merupakan penyumbang yang kecil terhadap tingkat PDU khususnya di Indonesia. Naiknya tingkat suku bunga akan menyebabkan beralihnya investor dari pasar modal ke produk perbankan atau sebaliknya.UMKM yang jelas-jelas merupakan para debitur bank menjadi objek yang sangat terimbas dengan adany;i kenaikan tingkat suku bunga, hal ini sangat dirasakan karena hal ini akan menaikkan probabilitas gagal bayar (default) dari UMKM dan tentu saja akan menghambat tingkat pertumbuhan kredit di Indonesia. Untuk itu perlu dipikirkan alternatif lain dari pembiayaan UMKM agar dapat menyumbang lebih signifikan pada pertumbuhan ekonomi 2010.
Dari uraian di atas, fungsi intermediasi perbankan masih mengalami hambatan dengan tingginya suku bunga, di samping faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan risikonya antara lain fluktuasi kurs. Hal yang mendesak perlu |cniikiran alternatif pembiayaan terutama bagi sektor riil agar jangan tergantung 100 persen pada perbankan saja, I wm .ik alternatif pembiayaan yang dapat diberdayakan antara lain pembuatan skema pembiayaan UMKM melalui pasar fixed income dan pasar modal yang tentu saja harus jelas penjaminan atau enderiyiny asset yang digunakan dan aturan yang dibuat agar bisa meminimalisasi risiko gagalan bayar (default). Hal ini tentunya diharapkan dapat memelihara stabilitas sistem keuangan agar pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 dapat tercapai. (Aldrin Herwany, Deputy Director of Research and External Affairs LMFE Unpad, Anggotu ISEI Komisariat Unpad. PhD. candidate from International Islamic University Malaysia
UMKM yang jelas-jelas merupakan para debitur bank menjadi objek yang sangat terimbas dengan adany;i kenaikan tingkat suku bunga, hal ini sangat dirasakan karena hal ini akan menaikkan probabilitas gagal bayar (default) dari UMKM dan tentu saja akan menghambat tingkat pertumbuhan kredit di Indonesia. Hal yang mendesak perlu |cniikiran alternatif pembiayaan terutama bagi sektor riil agar jangan tergantung 100 persen pada perbankan saja, I wm .ik alternatif pembiayaan yang dapat diberdayakan antara lain pembuatan skema pembiayaan UMKM melalui pasar fixed income dan pasar modal yang tentu saja harus jelas penjaminan atau enderiyiny asset yang digunakan dan aturan yang dibuat agar bisa meminimalisasi risiko gagalan bayar (default).
KENAIKAN tingkat suku bunga di Indonesia selalu menjadi andalan untuk meredam gejolak fluktuasi dari kurs. Secara teori hal itu dapat dibenarkan, tetapi jika kenaikan mencapai batas psikologis akan memengaruhi sektor lain yang juga punya peranan penting dalam perekonomian suatu negara sebutlah sektor riil.
Lapangan pekerjaan pun akan semakin sempit karena minimnya perusahaan yang ingin melakukan ekspansi dan kredit macet akan meningkat seiring dengan kenaikan tingkat suku bunga. Naiknya suku bunga seperti Surat berharga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) serta merta akan diikuti perbankan nasional dan akan berdampak pada kenaikan biaya dana (cost of fund) dan ini mendorong perbankan menaikkan suku bunga kredit, hal ini tentu menjadi kontradiktif dengan fungsi intermediasi. Risiko lain yang harus ditanggung pemerintah jika kenaikan suku bunga yang tajam semakin meningkatnya beban bunga dalam hal ini kupon Surat Utang Negara (SUN) di mana nilai yang harus dibayar pemerintah selaku pemilik kepada investor akan semakin besar. Artinya, pasar keuangan itu sebenarnya saling interconnected dan mempunyai dampak vang bisa dikatakan multiplier ef -feet.
Sensitivitas kenaikan tingkat suku bunga akan berpengaruh pula terhadap IHSG artinya volatilitas pergerakan tingkat suku bunga akan berdampak signifikan terhadap perekonomian dalam batas-batas tertentu. IHSG merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tingkat kepercayaan pasar terhadap perekonomian suatu negara, walaupun kita sadar IHSG masih merupakan penyumbang yang kecil terhadap tingkat PDU khususnya di Indonesia. Naiknya tingkat suku bunga akan menyebabkan beralihnya investor dari pasar modal ke produk perbankan atau sebaliknya.UMKM yang jelas-jelas merupakan para debitur bank menjadi objek yang sangat terimbas dengan adany;i kenaikan tingkat suku bunga, hal ini sangat dirasakan karena hal ini akan menaikkan probabilitas gagal bayar (default) dari UMKM dan tentu saja akan menghambat tingkat pertumbuhan kredit di Indonesia. Untuk itu perlu dipikirkan alternatif lain dari pembiayaan UMKM agar dapat menyumbang lebih signifikan pada pertumbuhan ekonomi 2010.
Dari uraian di atas, fungsi intermediasi perbankan masih mengalami hambatan dengan tingginya suku bunga, di samping faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan risikonya antara lain fluktuasi kurs. Hal yang mendesak perlu |cniikiran alternatif pembiayaan terutama bagi sektor riil agar jangan tergantung 100 persen pada perbankan saja, I wm .ik alternatif pembiayaan yang dapat diberdayakan antara lain pembuatan skema pembiayaan UMKM melalui pasar fixed income dan pasar modal yang tentu saja harus jelas penjaminan atau enderiyiny asset yang digunakan dan aturan yang dibuat agar bisa meminimalisasi risiko gagalan bayar (default). Hal ini tentunya diharapkan dapat memelihara stabilitas sistem keuangan agar pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 dapat tercapai. (Aldrin Herwany, Deputy Director of Research and External Affairs LMFE Unpad, Anggotu ISEI Komisariat Unpad. PhD. candidate from International Islamic University Malaysia
UMKM yang jelas-jelas merupakan para debitur bank menjadi objek yang sangat terimbas dengan adany;i kenaikan tingkat suku bunga, hal ini sangat dirasakan karena hal ini akan menaikkan probabilitas gagal bayar (default) dari UMKM dan tentu saja akan menghambat tingkat pertumbuhan kredit di Indonesia. Hal yang mendesak perlu |cniikiran alternatif pembiayaan terutama bagi sektor riil agar jangan tergantung 100 persen pada perbankan saja, I wm .ik alternatif pembiayaan yang dapat diberdayakan antara lain pembuatan skema pembiayaan UMKM melalui pasar fixed income dan pasar modal yang tentu saja harus jelas penjaminan atau enderiyiny asset yang digunakan dan aturan yang dibuat agar bisa meminimalisasi risiko gagalan bayar (default).
Petualang Meraing Cita-cita
Dalam drama theaterikal siswa-siswi Madrasah Darul ulum menceritakan sebuah kisah nyata yang mengharukan dan membahagiakan. Drama ini dipersembahkan oleh “TS MADU” dengan durasi waktu 10 menit, dengan tema :
SANG PETUALANG MERAIH CITA-CITA
Pada dahulu kala, di daerah Sumberberas yang sekarang telah terjadi pemekaran Desa dengan sebutan Wringinputih hiduplah seorang Raja yang bernama Wicaksono Djoyo Diningrat, ia mempunyai permaisuri Sriwidari Sekarwangi yang cantik nan jelita.
Kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga sang Raja dan Permaisuri menjadi cerminan suri tauladan bagi seluruh rakyatnya untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah warohmah.
Pada suatu hari, mereka mendapatkan anugerah Ilahi yaitu sang Permaisuri menghabarkan kepada baginda Raja atas kehamilannya untuk selalu menjaga dan mendo’akan agar nantinya si janin menjadi anak yang sholeh nan sholehah. Seiring dengan kebahagiaan yang mereka rasakan ujian dari Tuhan pun telah datang yaitu Baginda yang mulia Raja Wicaksono Djoyo Diningrat wafat saat sang janin berusia 6 bulan.
Tiga bulan kemudian lahirlah pangeran muda yang akan mewarisi perjuangan kerajaan dalam mengedepankan pendidikan. Di usia 6 tahun ke tabahan hati pangeran muda di uji saat ibunda Permaisuri Sriwidari Sekarwangi meninggal dunia. Disaat itulah, pengeran muda yang bernama Pramono Notonegoro diajak mengembara oleh pamanya ki Joko Tuo untuk mendalami ilmu Agama, Alam, Aritmatika, Medical, Sosial dan Ketatanegaraan serta ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan Kerajaan Wicaksono.
Setelah bertahun-tahun lamanya pangeran Pramono Notonegoro mengembara, ia berniat untuk pulang kemabali ke Kerajaan untuk mengamalkan ilmu yang ia peroleh. Sesampainya disana, ia sangat senang atas sambutan rakyatnya dengan harapan beliau dapat memimpin kerajaan serta mewujudkan Kesejahteraan, Adil nan Makmur.
Perjuangan pangeran Pramono Notonegoro dimulai dari mendirikan Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mengembangkan Madrasah Diniyah, Tahfidul Qur’an, Bahsul Masail fiqhi, Hadrah Islami, dan juga pendidikan formal dimulai mendirikan Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum dan Madrasah Aliyah Darul Ulum, bahkan hingga mendirikan Perguruan lanjutan strata S-1 STAIDU (Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum.
Denagn rasa hormat pangeran Pramono Notonegoro memberikan pesan kepada rakyatnya :
“Wahai rakyatku sekalaian, hidup adalah perjuangan, dari seluruh peruangan yang paling mulia adalah menuntut ilmu, dari berbagai ilmu yang paling diridloi oleh Allah adalah ilmu al-Qur’an, dengan ilmu Qur’anlah kita dapat membuka cakrawala luas alam semesta baik mencakup ilmu bumi maupun ilmu antariksa. Oleh karena itu, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Darul Ulum yang kami dirikan merupakan tempat untuk menuntut ilmu baik ilmu agama, umum maupun teknologi. Kami tidak memberikan janji tapi bukti bahwa lulusan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Darul Ulum tahun 2010 adalah Lulus 100% dan semoga menjadi orang sukses. Amin.”
Cerita ini adalah kisah nyata yang diadopsi dari berbagai versi kehidupan nyata yang ada. Copy right of authored by TS MADU.
SANG PETUALANG MERAIH CITA-CITA
Pada dahulu kala, di daerah Sumberberas yang sekarang telah terjadi pemekaran Desa dengan sebutan Wringinputih hiduplah seorang Raja yang bernama Wicaksono Djoyo Diningrat, ia mempunyai permaisuri Sriwidari Sekarwangi yang cantik nan jelita.
Kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga sang Raja dan Permaisuri menjadi cerminan suri tauladan bagi seluruh rakyatnya untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah warohmah.
Pada suatu hari, mereka mendapatkan anugerah Ilahi yaitu sang Permaisuri menghabarkan kepada baginda Raja atas kehamilannya untuk selalu menjaga dan mendo’akan agar nantinya si janin menjadi anak yang sholeh nan sholehah. Seiring dengan kebahagiaan yang mereka rasakan ujian dari Tuhan pun telah datang yaitu Baginda yang mulia Raja Wicaksono Djoyo Diningrat wafat saat sang janin berusia 6 bulan.
Tiga bulan kemudian lahirlah pangeran muda yang akan mewarisi perjuangan kerajaan dalam mengedepankan pendidikan. Di usia 6 tahun ke tabahan hati pangeran muda di uji saat ibunda Permaisuri Sriwidari Sekarwangi meninggal dunia. Disaat itulah, pengeran muda yang bernama Pramono Notonegoro diajak mengembara oleh pamanya ki Joko Tuo untuk mendalami ilmu Agama, Alam, Aritmatika, Medical, Sosial dan Ketatanegaraan serta ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan Kerajaan Wicaksono.
Setelah bertahun-tahun lamanya pangeran Pramono Notonegoro mengembara, ia berniat untuk pulang kemabali ke Kerajaan untuk mengamalkan ilmu yang ia peroleh. Sesampainya disana, ia sangat senang atas sambutan rakyatnya dengan harapan beliau dapat memimpin kerajaan serta mewujudkan Kesejahteraan, Adil nan Makmur.
Perjuangan pangeran Pramono Notonegoro dimulai dari mendirikan Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mengembangkan Madrasah Diniyah, Tahfidul Qur’an, Bahsul Masail fiqhi, Hadrah Islami, dan juga pendidikan formal dimulai mendirikan Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum dan Madrasah Aliyah Darul Ulum, bahkan hingga mendirikan Perguruan lanjutan strata S-1 STAIDU (Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum.
Denagn rasa hormat pangeran Pramono Notonegoro memberikan pesan kepada rakyatnya :
“Wahai rakyatku sekalaian, hidup adalah perjuangan, dari seluruh peruangan yang paling mulia adalah menuntut ilmu, dari berbagai ilmu yang paling diridloi oleh Allah adalah ilmu al-Qur’an, dengan ilmu Qur’anlah kita dapat membuka cakrawala luas alam semesta baik mencakup ilmu bumi maupun ilmu antariksa. Oleh karena itu, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Darul Ulum yang kami dirikan merupakan tempat untuk menuntut ilmu baik ilmu agama, umum maupun teknologi. Kami tidak memberikan janji tapi bukti bahwa lulusan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Darul Ulum tahun 2010 adalah Lulus 100% dan semoga menjadi orang sukses. Amin.”
Cerita ini adalah kisah nyata yang diadopsi dari berbagai versi kehidupan nyata yang ada. Copy right of authored by TS MADU.
Langganan:
Postingan (Atom)